Kebodohan orang-orang yang menunda amal

Print

Menunda amal ibadah karena menantikan kesempatan yang lebih baik, merupakan tanda kebodohan yang mempengaruhi jiwa.
 
Manusia sebagai seorang hamba, harus senantiasa mencurahkan semua waktu  untuk beribadah kepada Allah, akan tetapi ketika telah memulai aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia, mereka tenggelam dalam kesibukan masing-masing, sehingga sering lalai dan menunda untuk beramal ibadah kepada Allah.
Padahal, di dalam al qur’an surat Adz-Dzariyat ayat 56 Allah berfirman: 
 
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
 
Seorang hamba yang senantiasa menunda amal ketika Allah telah memberi karunia kesempatan untuk beramal maka tindakan tersebut merupakan tindakan yang bodoh. Bodoh karena telah menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan, padahal kita tidak pernah tahu apakah kita akan dapat menemukan kembali kesempatan tersebut.
Mereka juga bodoh sebab mereka bersungguh-sungguh didalam urusan dunia padahal urusan tersebut sudah ditanggung oleh Allah dan mereka menunda kewajiban-kewajiban mereka yang seharusnya mereka tanggung masing-masing
Adapun sebab sebab orang menunda amal antara lain:
Pertama, mengutamakan dunia daripada akherat. Ketika manusia mulai disibukkan dengan urusan duniawi dan pada saat yang sama datang kewajiban untuk beribadah, mereka lebih memilih mendahulukan kepentingan duniawi dan mengesampingkan kewajiban untuk beribadah. Mereka menganggap urusan duniawi saat ini lebih utama dan tidak bisa ditinggalkan. Dan menganggap urusan dunia lebih baik dibanding urusan akherat.
Padahal Allah berfirman surat al-a’la ayat 16-17:
 
Tetapi kamu mengutamakan kehidupan dunia, padahal akherat itu lebih baik dan kekal selamanya
 
Mari kita bandingkan ketika kita beramal untuk dunia dan ketika kita beramal untuk akherat. Ketika kita beramal untuk dunia, misalkan bekerja, maka ketika kita bekerja selama 1 bulan maka kita akan mendapat balasan (berupa gaji) sebesar 1 bulan gaji saja.
Berbeda halnya ketika kita beramal untuk akhirat misal sedekah. Ketika kita bersedekah di jalan Allah 1 sedekah, maka Allah akan membalasnya 10 kali lipat bahkan sampai 700 kali lipat. 
Dalam surat Al Baqarah : 261 Allah berfirman: 
 
Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan allah (sedekah) seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai itu berisikan seratus biji. Dan Allah melipatgandakan (balasan) bagi siapa yang Dia kehendaki.
 
Maka jelaslah beramal buat akherat itu kedudukanya jauh lebih baik dibandingkan dengan beramal buat dunia.
 
Kedua, Menunggu sampai adanya waktu luang. Kebanyakan manusia menunda amal juga karena menunggu sampai adanya waktu luang dan kosong dimana mereka benar-benar tidak sibuk lagi dengan urusan masing-masing. Apabila ditanya kenapa engkau belum mau beramal? Mereka menjawab Sungguh aku sedang mengemban tugas tugas yang sangat penting yang tidak bisa untuk di tunda. Nanti setelah tugasku sudah selesai saya akan rajin sholat berjamaah ke masjid, ke majelis ilmu. Dan aku akan mempelajari Al-Qur'an dan memahami isi beserta tafsirnya.
Itulah gambaran Jawaban mereka, mereka akan beramal apabila benar-benar sudah punya waktu yang luang
Padahal kita tidak pernah tahu kapan kita akan mempunyai waktu yang benar benar kosong dan pada dasarnya kesibukan seseorang itu semakin hari semakin bertambah.
Manusia harus sadar bahwa ajal pasti akan menjemput dengan tiba-tiba, hanya Allah yang mengetahuinya, dan setiap manusia pasti akan menemuinya walaupun dia melakukan berbagai upaya untuk menghindarinya
Dalam surat Annisa : 78 Allah berfirman 
 
Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu kendatipun kamu berada didalam benteng yang tinggi lagi kukuh.
 
Maka janganlah pernah kita menunda nunda beramal karena ingin menunggu sampai benar-benar tidak sibuk dan mempunyai waktu yang luang
 
Ketiga,Kemungkinan niat menjadi lemah atau berubah. Terkadang orang sampai pada waktu luang yang dinantikannya, akan tetapi niatnya sudah menghilang dan berubah. Atau kadangkala niatnya masih ada tetapi sudah melemah. Ketika seseorang timbul niat untuk bersedekah, misalkan: nanti saya akan sedekah kalau usaha saya sudah sukses dan maju. Saya akan bersedekah 1 juta buat anak yatim, ketika Allah telah memberikan kesuksesan orang tersebut, seiring waktu berlalu maka berubah niatnya yang semula mau bersedekah berubah menjadi berniat ingin mengembangkan bisnisnya terlebih dahulu agar menjadi lebih besar lagi. Sedekahpun menjadi tertunda lagi. Kalaupun masih ada niat untuk sedekah, tetapi melemah, yang semula berniat bersedekah Rp. 1 juta berkurang menjadi Rp. 500 ribu saja.
Maka apabila ada kesempatan untuk beramal, gunakan kesempatan tersebut saat itu juga untuk beramal, jangan menunggu kesempatan yang akan datang karena alasan-alasan yang melemahkan niat kita. Karena kita tidak tahu akankah niat kita akan tetap ada di kesempatan yang lain.
Itulah hal-hal yang membuat seorang hamba senantiasa menunda-nunda untuk beramal ibadah kepada Allah. Supaya kita menjadi orang yang beruntung dan tidak menunda amal, maka hendaknya kita harus: 
  1. Bersegeralah untuk melakukan amal amal kebaikan yang ada secepat mungkin
  2. Memaksimalkan diri dalam melaksanakan amal ibadah yang telah Allah karuniakan pada kita
  3. Menyadari bahwa ajal akan menjemput dengan tiba-tiba dan hanya Allah yang Maha mengetahui
  4. Penundaan sesuatu harus ditempatkan pada perkara-perkara dunia dan tidak boleh ditempatkan pada amal ibadah
(Sd)

 

Saturday the 13th. Pesantren Kehidupan. Hostgator coupon - All rights reserved.